James Blunt: “Jangan Tanya Berapa Orang yang Pernah Saya Bunuh….”

Posted on July 26, 2008
Filed Under profile, music, curhat, blog, suka-suka |

Selang beberapa hari sebelum James Blunt tampil di Jakarta, Erick dari Hai, dapat kesempatan buat ngobrol santai bareng James Blunt. Berikut petikannya.

Terlahir dengan nama James Hillier Blount, pada 22 February 1974, penyanyi folk rock asal Tidworth, Wiltshire, Inggris ini sempat bergabung dengan angkatan bersenjata Inggris.

Nggak butuh waktu lama hingga akhirnya dia merasa kalo musik adalah panggilan hidupnya. Nggak mau setengah-setengah, dia mengerjakan hal ini sepenuh hatinya. Perjuangannya nggak sia-sia. Setelah debut albumnya, Back to Bedlam, yang banyak diomongin, album keduanya All the Lost Souls juga disambut dengan baik. Ini obrolan James Blunt dan Erick.

Hai, James. Apa kabar? Saya Erick dari majalah Hai, Indonesia….

Hai Erick. Senang berkenalan dengan kamu.

Ngomongin soal All the Lost Souls, apa sih yang spesial dari album ini? Kenapa kita harus beli album ini?

Well, saya sih nggak pernah memaksa orang untuk membeli album saya. Yang jelas, saya sangat menyukai album ini, dan mudah-mudahan orang juga menyukainya.

Album ini banyak berbicara tentang kehidupan. Tentang ketakutan, harapan, ketidaknyamanan, dan lain-lainnya. Direkam dengan konsep band, album ini menarik.

Isi album ini kebanyakan dari pengalaman pribadi kamu semua?

Ya, ini semua pengalaman pribadi saya. Album ini udah kayak diary saya. Tentang semua perjalanan hidup yang saya lalui, yang pastinya juga banyak dirasakan oleh orang-orang lain.

Tiga album rekomendasi?

Rumours dari Fleetwood Mac, Either/Or dari Elliot Smiths, dan You Are Free dari Cat Power.

Dari mana sih inspirasi bermusik kamu?

Kehidupan, teman-teman dan kemanusiaan adalah inspirasi saya.

Sebagai seorang tentara, apa pendapat kamu tentang perang?

Perang bukanlah tempat yang baik, dan sebisa mungkin kita harus menghindarinya. Meski begitu, nggak bisa dipungkiri kadangkali perang terpaksa dan perlu dilakukan. Tapi yang pasti, itu adalah saat-saat yang menyedihkan.

Apakah kamu pernah membunuh seseorang, James?

Maaf, tapi itu bukanlah pertanyaan yang baik bagi seorang tentara. Itu sangat offensive. Jangan tanya berapa orang yang pernah saya bunuh, tanyalah berapa nyawa yang berhasil kami selamatkan. Dan sebagai sebuah tim, kami menyelamatkan ribuan nyawa.

Berarti kamu pernah?

Jangan tanya itu. Tanya, berapa nyawa yang kami selamatkan.

Oh, sorry….

Nggak apa-apa.

Oke, balik ke album? Siapa produser di album ini?

Namanya Tom Rothrock. Dia juga produser untuk album milik Elliot Smith, Foo Fighters, dan Beck. Dia produser yang sangat hebat. Kerjanya sangat baik. Kami mengerjakan semuanya di studio rumah miliknya di Los Angeles. Sangat menyenangkan.

Enjoy kerja dengan dia?

Sangat. Buat kami, para musisi, bekerja di studio sama kayak anak kecil di toko mainan. Kami sangat senang. Bermain-main dengan bermacam-macam instrumen, dan menciptakan suara yang indah. Hasilnya adalah album All the Lost Souls, dan kami sangat puas.

Panggung terbaik kamu di mana?

Saya pernah bermain di Glastonbury Festival. Itu merupakan highlight dalam karir saya. Tampil di depan 80 ribu orang, dan merasakan energi mereka.

Kayak apa James Blunt dalam 10 tahun ke depan?

Saya harap saya masih hidup.

Apa sih yang ada di pikiran kamu saat mendengar kata Indonesia?

Saya membayangkan tempat surfing yang keren, makanan yang enak, dan cuaca yang lebih asik dibandingkan dengan tempat saya berasal.

Oke, terimakasih James.

Sama-sama. Senang berbicara dengan kamu.(*)

FOTO: JAMESBLUNT.COM

source

Share/Save/Bookmark

Popularity: 8% [?]

Dibaca 759 kali oleh 190 orang

Comments

Ikutan kasi komen yuuk?